Ariel Sharon dan Mimpi Buruk Yang Sama Sebelum Jatuh Koma

Siapa tak kenal Ariel Sharon?

Ia adalah Perdana Menteri Israel yang sangat “agresif”, ide dan kebijakannya dianggap mampu memperluas Israel sekaligus melindungi kepentingan bangsa Yahudi di dunia internasional. Yang paling memorable dari Sharon adalah Tragedi Shabra Shatila.

Ia dikenal dengan nama “Penjagal Shabra Shatila” (The Butcher of Shabra Shatila). Peristiwa pembantaian sadis pada 16 September 1982 itu, terjadi di kamp pengungsi Shabra Shatila. Selama dua hari, milisi Kristen diberi keleluasaan oleh Israel (lewat komando Sharon) untuk membantai pengungsi Muslim Palestina. Lebih dari 2000 Muslim –kebanyakan wanita dan anak-anak— tewas mengenaskan akibat peristiwa itu.

Sharon juga bertanggung jawab pada tragedi pembantaian Qibya pada 13 Oktober 1953 di mana saat itu 96 orang Palestina tewas oleh Unit 101 yang dipimpinnya. Karena ini pula dijuluki “Tukang Jagal dari Beirut.”

Terkena Stroke

Pada Januari 2006, ia “pensiun dini”. Sharon terkena serangan stroke dan kemudian digantikan sementara oleh Ehud Olmert. Jika bukan karena sakit, maka warga Israel niscaya tidak akan pernah berhenti mendapuknya sebagai pemimpin mereka. Sejak saat itu, ia koma tak sadarkan diri. Dokter Israel mengatakan Sharon mengalami stroke haemorrhage (perdarahan otak) yang berat. Nah, sejak saat itu, ia berada dalam kondisi mati tidak, hidup pun tidak. Saat ini ia dirawat di Rumah Sakit Chim Sheba, dekat Tel Aviv.

Ariel Sharon dan Mimpi Buruk Yang Sama Sebelum Jatuh Koma

Tubuh Sharon Membusuk

Diberitakan bahwa para dokter memasukkan Ariel Sharon ke ruang operasi untuk dilakukan pembedahan. Ia memiliki luka membusuk dan tidak sadarkan diri.

Operasi tersebut dilakukan untuk menyambung bagian-bagian ususnya yang telah membusuk dan telah menyebar ke bagian tubuh lain. Penyumbatan yang terjadi di otaknya menyebabkan kerusakan di sekujur tubuh.

Ia menderita kelumpuhan di seluruh tubuhnya dan tidak bisa menggerakkannya walaupun hanya menggerakkan mata.

Dokter mengamputasi anggota tubuhnya satu demi satu. Penyakit Sharon ini di luar diagnosis dokter manapun. Dokter sudah menjalani berbagai operasi, namun tidak satupun berhasil, bahkan semakin menjadi misteri. Karena waktu yang lama, dan perawatannya menelan biaya besar, Departemen Kesehatan Israel sampai jengkel, dan habis kesabaran.

Mereka mengeluarkan surat pernyataan keberatan atas perawatan Ariel Sharon kepada pemerintah Israel. “Dengan segala hormat yang wajib diberikan atas kontribusi dari Ariel Sharon, kami tidak mengerti mengapa negara harus membayar biaya ini. Kami merasa harus ada penyidikan oleh otoritas Negara yang kompeten.”

Begitu kira-kira bunyinya. Intinya, pihak rumah sakit benar-benar sudah muak dengan sakitnya Sharon. Setiap tahun, pemerintah Israel mengeluarkan dana 1,5 sampai 2 juta shekel untuk mengurus Sharon.

Reaksi warga Israel pun ternyata sama dengan sikap rumah sakit. Mereka tampaknya tidak peduli dengan nasib mantan pemimpinnya itu. Padahal selama berpuluh tahun, Ariel Sharon merupakan pemimpin poitik dan militer kebanggaan Israel. Jasanya sebagai Perdana Menteri dan berdinas sebagai Mayor Jenderal Angkatan Bersenjata selama 30 tahun seperti sia-sia begitu saja.

Mati Usia 85 Tahun

Dia mati berusia 85 tahun setelah mengalami koma sejak 2006, saat stroke membuat dia lumpuh di puncak kekuasaan politiknya.

“Ariel Sharon telah meninggal dunia,” ungkap Shlomo Noy, juru bicara pusat medis Sheba di Tel Aviv, tempat Sharon dirawat selama delapan tahun terakhir, pada hari kematiannya 11 Januari 2014.

Mimpi Buruk Yang Sama Sebelum Jatuh Koma

Sebelum Ariel Sharon jatuh koma, diisukan kabar dari asisten pribadinya bahwa tidur malamnya sering diganggu oleh satu mimpi yang sama.

Dalam mimpi itu Sharon ditangkap oleh penduduk GAZA yang begitu marah dan dendam kepada Sharon karena tindakannya yang angkuh menyerang tanah Palestina.

Didalam mimpi itu Sharon telah disiksa, dirantai tangan dan kakinya kemudian diarak sekeliling bandar GAZA dan di masukkan kedalam api.

Mimpi itu mengganggu Sharon setiap malam hingga dia jatuh koma. Tiada yang tahu akan derita Sharon menanggung mimpi-mimpi itu kecuali asisten pribadi Sharon.

Asisten tersebut mengungkapkan mimpi-mimpi Sharon itu kepada khalayak di Israel pada tahun 2008. Khalayak di Israel telah menyiarkan berita tersebut, kemudian dikutip oleh media-media Asia Barat, seterusnya tersebar.

Demikianlah kita saksikan keadaan musuh Allah Subhanahu Wata’ala. Sharon merupakan musuh Islam yang sangat kejam dan gemar menumpahkan darah.

Penyumbatan yang terjadi di otaknya menyebabkan kerusakan di sekujur tubuh hingga membusuk, namun ia masih hidup.

 

Baca juga :

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.