Begini Pemuda Ideal Dalam Islam

Amir Majelis Taklim dan Tadrib Pusat Jama’ah Muslimin (Hizbullah) ustaz Amin Nuroni, menjelaskan, kriteria Pemuda ideal dalam Islam. Kedudukan pemuda sangatlah agung, tetapi ada hal yang perlu diperhatikan agar mendapat kedudukan yang demikian.

Hal itu disampaikannya pada Taklim Syubban (Pemuda) dan Fatayat (Pemudi) Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Lampung di Masjid Taqwa, Pringkumpul, Pringsewu, Lampung, Sabtu (7/5).

Ia memaparkan, yang akan mendapatkan kedudukan tersebut adalah mereka yang shalih serta taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta berpegang teguh kepada sunnah-sunnahnya.

“Pemuda itu kerennya bukan karena apa yang dia pakai, anak muda bawa motor modifikasi, kelihatannya keren pas dinaikin bikin pegel. Ada yang standaran tapi nyaman pas dipakai, ini, kita bisa lihat bagaimana yang sholeh itu, pemuda yang suka baca Qur’an, Sholat malamnya rajin, sholat lima waktunya dijaga,” katanya.

Ia mengungkapkan, pemuda itu mempunyai kemurnian idealisme serta memiliki keberanian dan keterbukaan yang tinggi dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan baru.

Begini Pemuda Ideal Dalam Islam

“Oleh karenanya, pemuda itu wajar banyak gaya, segalanya ingin sesuai keinginan dan harapannya. Padahal akan lebih utama jika dia sibuk memperbaiki diri dengan berharap kepada Allah, banyak ibadah, lebih banyak dekat dengan Allah dari pada sibuk menuntut hak atas dirinya untuk kepentingan dirinya sendiri,” ujarnya.

Di samping itu, ia menyatakan, pemuda dalam jangka umur 15 sampai 30 tahun biasanya mulai galau memikirkan jodoh sehingga tak sedikit pemuda-pemuda yang gagal menata keputusannya karena sifat terburu-buru yang dimilikinya dalam mengambil keputusan tanpa dasar dan ilmu pengetahuan sesuai dengan tuntunan agama.

Ustaz Amin mengutip sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah dengan naungan-Nya pada saat tidak ada naungan selain naungan-Nya. Di antaranya adalah pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah Subhanahuwata’ala.

“Ketika pemuda-pemuda selalu dekat dengan Allah, rajin ibadahnya, ga akan ada itu galau-galauan karena mikirin jodoh, sudah fokus saja memperbaiki diri, kalau sudah Allah tetapkan waktunya, pasti akan Allah tunjukkan, maka ini perlu keyakinan penuh kepada Allah,” tuturnya.

“Bagaimana supaya keyakinan kita penuh kepada Allah, tentu dengan banyak beribadah, perbanyak taklim, membaca Al-Qur’an, sholat malam,” lanjutnya.

Sumber : Minanews

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.